B. Imunisasi

Jumat, 26 Februari 2010

Imunisasi (vaksinasi) adalah satu metode untuk membangkitkan kekebalan dalam tubuh manusia terhadap penyakit tertentu dengan menggunakan mikroorganisme, seperti bakteri atau virus yang telah dimodifikasi atau dilemahkan. Mikroorganisme tersebut bersifat sebagai perangsang terhadap system kekebalan tubuh untuk membangun satu mekanisme pertahanan yang secara berkelanjutan menjaga tubuh dari serangan penyakit.
Ilmuwan mengembangkan dua pendekatan imunisasi, yaitu imunisasi aktif yang memberikan imunitas jangka panjang dan imunisasi pasif yang memberikan imunitas sementara.
1. imunisasi aktif
Imunisasi aktif dilakukan dengan menyuntikkan vaksin yang berisi antigen tertentu ke dalam tubuh untuk membangun system kekebalan. Antigen merupakan suatu substansi yang ditemukan dalam organism penyebab penyakit dan system imunitas tubuh mengenalinya sebagai benda asing.
Sebagai tanggapan atas antigen, system imunitas akan mengembangkan zat antibody ataupun sel darah putih jenis limfosit T yang merupakan sel penyerang khusus. Beberapa imunisasi memberikan perlindungan lengkap terhadap suatu penyakit seumur hidup. Jenis lain memberikan perlindungan parsial, artinya bahwa orang yang diimunisasi hanya mendapat kekebalan sementara. Beberapa jenis imunisasi memerlukan suntikan ulangan secara periodik, misalnya suntikan tetanus yang disarankan setiap 10 tahun sekali seumur hidup.
Imunisasi aktif dapat dilaksanakan dengan menggunakan suatu organisme yang telah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga hanya memberikan sedikit risiko yang menyebabkan penyakit, tetapi masih mampu membangun system pertahanan tubuh untuk melawan penyakit. Misalnya untuk melindungi tubuh dari demam kuning, campak, cacar, dan banyak penyakit lain yang disebabkan oleh virus.
Imunisasi dapat juga terjadi ketika seseorang menerima suntikan dari mikroorganisme yang dinonaktifkan atau dibunuh sehingga relative aman, tetapi masih berisi antigen. Misalnya polio, tipus, dan difteri.
Beberapa vaksin hanya menggunakan bagian dari tubuh suatu organism penyebab infeksi yang masih berisi antigen, seperti protein dinding sel dan flagellum. Vaksin jenis ini dikenal sebagai vaksin aselular, misalnya untuk radang selaput otak. Versi vaksin yang lebih baru digunakan untuk batuk rejan.

2. imunisasi pasif
Imunisasi pasif dilakukan tanpa menyuntikkan antigen jenis apapun. Dalam metode ini, vaksin berisi zat antibody yang diperoleh dari darah suatu hewan atau manusia yang diimunisasi secara aktif. Zat antibody ini dapat melindungi seseorang dari penyakit tertentu hanya ungtuk dua sampai tiga minggu. Walaupun berumur pendek, tetapi imunisasi ini memberikan perlindungan dengan segera atau lebih cepat, misalnya untuk kasus keracunan makanan kaleng dan rabies.

sumber : buku biologi 2 for senior high school year xi : yudhistira , buku biologi untuk SMA kelas xi : erlangga

0 comments: